Sembilan Tahapan Menulis Novel yang Baik dan Benar (Bagian 2)

sembilanOke! Baiklah, saya akan melanjutkan tulisan sebelumnya, Sembilan tahap menulis novel yang baik dan benar. Pada artikel itu, kita telah sampai pada poin kelima. Sekarang kita akan masuk ke poin keenam. Selamat membaca.

ENAM

Mengatur plot dalam novel Anda. Apakah Anda tahu plot?

Baiklah saya jelaskan. Menurut Cellia Warren, plot adalah peristiwa yang berurutan yang disertai sebab akibatnya.

Perhatikan kalimat berikut:

Nenek bersikeras tinggal di rumah, tidak mau berobat di rumah sakit.

Kalimat ini belum cukup mengandung unsur plot, karena belum memiliki unsur sebab akibat. Kita belum mengetahui alasan nenek bersikeras tinggal dirumah dan tidak mau berobat.

Namun bila kalimatnya diubah menjadi:

Nenek tidak bersikeras tinggal di rumah, tidak mau berobat di rumah sakit karena tak mau merepotkan orang yang bukan keluarganya.

Kalimat kedua ini telah mengandung unsur sebab akibat. Nenek yang tidak mau  merepotkan orang yang bukan keluarganya menjadi penyebabnya enggan berobat. Inilah yang disebut plot.

Plot yang berkembang dalam cerita akan membuat pembaca membolak-balik halaman untuk mencari tahu apa yang akan terjadi sebelum atau selanjutnya. Mengapa demikian?

Karena orang ingin melihat lebih jauh sebab-akibat sebuah kejadian dalam cerita.

Alur cerita yang memiliki sebab akibat atau alur yang berangkat dari satu atau beberapa sebab menuju satu atau beberapa akibat atau sebaliknya disebut plot.

Ya, plot adalah inti novel yang wajib diperhatikan. Plot adalah inti dari cara membuat novel yang baik dan benar. Bila plotnya tertata baik dan logis, maka pembaca akan suka pada novel Anda. Novel Anda akan menjadi novel yang menarik bagi pembaca.

TUJUH

Mengarahkan klimaks pada novel Anda. Klimaks adalah puncak atau titik balik cerita. Ia adalah bagian yang paling dramatis dari cerita. Klimaks, terjadi ketika protagonis memahami apa yang sebaiknya dilakukan atau menyadari tindakan terbaik apa yang seharusnya diambil. Ketegangan yang mengganggu protagonis mengharuskan protagonis mengambil tindakan terbaik yang berujung pada konflik akhir atau klimaks.

Contoh satu bab Klimaks dalam novel:

“Budi menyadari kelalaiannya yang telah menyia-nyiakan waktu. Semester satu ia dibawah kendali game di internet. Semester dua masalah bertambah dengan memacari tiga gadis sekaligus . Semester tiga bertambah lagi satu masalah, narkoba, karena salah gaul. Ia melewati waktu kuliah dengan hari-hari suram dan menjauhi buku. Keadaan ini sangat kontras dengan masa kegemilangan di bangku sekolah. Jauh dirantau orang membuat Budi hilang kendali.

Ibu marah besar sampai nangis-nangis bersimpuh di depannya. Bapak menyetop uang jajan selama satu semester. Nenek ikut prihatin dan selalu ingin melihat cucunya bangkit. Budi ingat pesan terakhir nenek sebelum ia meninggalkan dunia, “Budi, ayo selesaikan kuliahmu. Nenek yakin kamu bisa bangkit dari pengaruh narkoba.” (Cerita berlanjut)

“Aaaahhh…..”, Budi meneriaki langit, mengangkat dua tinjunya tinggi ke atas. “Aku harus berubaaah…”

Ia tidak mau lagi dipermainkan kebiasaan buruk itu. hari ini adalah hari terakhir ujian semester empat. Malam ini adalah malam terakhir persiapan ujian. Ia harus mengejar nilai tinggi bila tidak mau dicap bego sama teman-temannya yang lain. (Cerita berlanjut)

Hari ini adalah hari keempat ujian semester empat. Hari-hari sebelumnya dia yakin telah mengumpulkan skor tinggi dalam ujian….. (Cerita berlanjut)

Hari kelima, egonya di bawah angin, nalarnya yang bermain kini. “Yes! yes! teriak Budi pelan setelah merasa yakin dengan kebenaran hasil perhitungan kimia yang dihadapinya dalam ujian. Sebuah keyakinan yang didasari pada sisa-sisa memori kegemilangan dalam bidang studi ini semasa SMA, nilai rapor yang selalu sembilan.

Sebuah perjuangan keras untuk menaklukkan soal-soal eksakta dengan otak yang agak sedikit eror. Namun Budi terus bangkit walau tertatih-tatih…(cerita berlanjut)

Hari ini adalah hari terakhir ujian semester empat.  Dengan memanfaatkan kenangan kecerdasan yang tersisa, ia harus mengejar nilai tinggi untuk menyenangkan hati orang-orang yang menunggu hari kebangkitannya. (Cerita berlanjut dengan aktivitas rumit dalam ujian…)

Pada hari penentuan akhir nilai semester, mahasiswa bergerombolan mengelilingi papan pengumuman hasil ujian. Melihat itu, Budi pun berlari kesana. Berdesak-desakan, berhimpitan, Budi berusaha menerobos. Didalam benaknya terdapat tanda tanya besar akan nilai akhir ujiannya…

Dengan sedikit meliak-liukkan badannya, Budi sampai juga di depan papan pengumuman. Mengarahkan telunjuk dan memokuskan pandangan pada deretan nama dan angka pada papan. Tidak sampai semenit, Budi berhasil mendapatkan namanya, “Budi Tegar”. Ia kunci pandangannya, ia arahkan tangannya kekanan menuju nilai hasil ujian….

Spontan Budi berteriak senang dan syukur, “Yes, Alhamdulillah…..”, sejurus kemudian, ia menerobos keluar kerumunan, berlari dan melompat-lompat kecil. Di benaknya terisi penuh keinginan untuk meluapkan rasa,  senang dan bangga. Rasa itu hendak diungkapkan kepada tiga orang yang selalu menunggu hari suksesnya. Ia sudah tidak sabar lagi menahannya. Teringat wajah ketiga orang yang ia sayangi itu. Ia katup bibirnya dan berkata mantap, “Bapak, Ibu, IPeKa Budi  tiga koma limaaa!” dan ia lanjutkan ungkapan itu kepada satu orang yang sudah tidak lagi menginjakkan kakinya di atas dunia, “Nek, terima kasih atas nasehatnya. Budi berhasil.”

DELAPAN

Menulis ending novel Anda. Ending adalah penyelesaian atas masalah. Anda bisa menulis ending yang terbuka atau ending yang tertutup. Ending tertutup adalah akhir cerita yang menunjuk pada penyelesaian masalah yang sudah tuntas. Sedangkan ending terbuka adalah ending yang konfliknya belum sepenuhnya selesai dan membuka peluang untuk berbagai penafsiran dari pembaca. Pada contoh diatas yang digunakan adalah ending tertutup. Masalah yang dihadapi si aktor utama sudah tuntas.

SEMBILAN

Terakhir adalah membuat Judul novel yang Menarik.

“Loh, kok judul malah dijelaskan terakhir?”

Ya, saya letakkan tips “cara membuat judul novel” ini pada poin terakhir karena kebiasaan penulis novel memang demikian. Mereka lebih fokus memikirkan bagaimana cara membuat sinopsis novel, membuat kerangka novel atau outline novel, membuat pembukaan novel,  membuat plot novel, membuat konflik dan klimaks ketimbang memikirkan bagaimana cara membuat judul novel. Bukan berarti judul novel tidak penting, tapi karena membuat judul novel itu lebih mudah dari hal-hal di atas.

Oke bagaimana cara membuat judul novel yang menarik?

Sebenarnya tidak ada standar baku dalam membuat judul novel. Intinya adalah tidak panjang. Pendek dua atau tiga kata. Dan harus keliatan CANTIK, MENARIK, MENYENTUH atau MENGGUGAH.

Yups, demikian Bagaimana tahapan menulis novel yang baik dan benar saya tulis, semoga bermanfaat. Baca juga artikel lainnya: Bagaimana cara menulis novel yang bagus, menarik, dan Best Seller. Atau ikuti juga Kursus Menulis Buku dengan saya langsung.

Oya, Lihat juga blog tetangga yang lagi belajar menulis blog disini: Kursus Menulis Buku

Sebarkan Tulisan Ini:
This entry was posted in cara menulis novel and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

93 Responses to Sembilan Tahapan Menulis Novel yang Baik dan Benar (Bagian 2)

  1. angga says:

    postingan ini ringkas tapi lengkap tentang cara menulis novel dengan baik dan benar. terima kasih bu mita

  2. luki says:

    wow, hebat sekali postingannya. Aku akan simpan untuk bahan bacaan menulis novelku. tenkyu bu mita

  3. sheila says:

    teh klo buat klimaks,,boleh lbh dr satu ga? misal di bab 8 ada klimaks tentang plagiarisme yg terungkap.. tp ada klimaks lg di misal di bab 12 ttg romancenya?

    • caramenulisnovel453 says:

      Klimaks itu cuma ada sekali dalam novel…
      yang lain berarti konflik menuju klimaks.
      Beberapa konflik hendaknya disusun semakin meruncing untuk menuju klimaks.

      Klimaks adalah bertemunya tokoh protagonis dan antagonis dalam satu waktu dan tempat
      yang menjadi puncak masalah utama.

      Dari itu, penting bagi kita untuk menentukan masalah utama dalam cerita
      apakah masalah A atau masalah B. Bila masalah utamanya adalah A maka yang B sekedar bumbunya saja
      bila masalah utamanya B maka yg A sebagai konflik pendukung saja….

  4. sita says:

    ass. wr.wb
    saya bru bljr mmbuat cerita.pada saat saya mmbuat tulisan, pda sutu cerita mngenai hal tertentu, apakah boleh angsung loncat pda kisah tkoh berikutnya. Dan bgaimna cra yg tepat untuk mengatasi hal tsb. trma ksh.
    wass.

    • caramenulisnovel453 says:

      untuk penulis pemula sarannya adalah menulis bebas dulu. Tuangkan semua ide dan uneg-uneg ke atas kertas. Tulis apa saja yang terlintas di benak. Jangan batasi kreatifitas dengan banyak aturan menulis. Lupakan semua aturan tata bahasa. Lupakan dulu EYD. Abaikan dulu titik koma. Menulislah yang mengalir. Menulislah yang banyak dan sering dulu hingga tumbuh rasa kecintaan pada dunia penulisan.

      Setelah itu anda terapkan dalam satu atau dua bulan, mudah-mudahan anda akan menemukan cara menulis novel yang baik dan benar. Anda akan naik kelas, mulai memahami bagaimana cara menulis dengan asyik.

  5. riana says:

    Thankyou sis, sangat membantu

  6. roziq says:

    bagus artikelnya,, ;)
    kalo novel yang print out itu ukuran kertasnya berapa yaa,,??

    • caramenulisnovel453 says:

      Standarnya sekitar 100 halaman A4. Ukuran huruf 12. Spasi 1 spasi. Jumlah kata 60.000 kata..

      • tika says:

        gimana trick/tips caranya nambah jumlah halaman? kadang kala cerita sudah mentok, sudah dikembangin ke mana-mana, tapi masih blm mencukupi jumlah halaman.

        • caramenulisnovel453 says:

          Bikin outline aja. Bikin bab-babnya biar mudah digarap :)

  7. Makasih ilmunya, jadi tertarik untuk nulis novel, izin shared di blog

    • caramenulisnovel453 says:

      silakan… trims telah berkunjung..

  8. harijomk says:

    Bagus artikelnya, jadi tambah semangat…. makasii mbak mita

  9. anggi says:

    tapi kadang suka masih bingung nih kalau bikin novel, paragraf 1—ke lainnya suka agak gak nyambung, suka kehilangan inspirasi-_- gimana caranya biar inspirasi jalan terus?

    • caramenulisnovel453 says:

      banyak membaca novel dan tulisan orang lain

  10. rhevy hasyim says:

    artikelnya ringkas dan sangat membantu :).
    mba boleh minta sarannya dong, gimana yah kadang masih sering bingung untuk memulai penulisannya. padahal kalo di oret2an siihh sudah banyak ide yang dituangkan, cuman kalo untuk di muat jadi sebuah novel malah bingung mesti mulai darimana ? :D

    • caramenulisnovel453 says:

      Aha… sebenarnya anda sebentar lagi akan menjadi penulis hebat… karena anda telah mulai mengalami kebiasaan para penulis hebat di awal karir mereka: menulis dengan susah payah….

      Kondisi anda sekarang ini sedang berada pada leher botol yang ruangnya sempit. Memang begitulah keadaannya, kita harus menjalaninya dengan senang hati. Kita harus tetap terus menulis dan menulis. Walaupun sering mandeg, kita tidak boleh menyerah. bayangkan saja anda sedang berada di leher botol. Anda hrus mengalami kesempitan untuk masuk ke dalam botol seutuhnya. Anda harus susah dulu untuk merasakan lapangnya dunia penulisan…

      Just do it… jalani aja dulu sambil tetap banyak belajar dan membaca tulisan orang lain… lama-lama juga akan merasa lapang kok, yakin dan semangat…

  11. AO says:

    HMmm…. Tambahan Ilmu…

  12. Ferdy says:

    Salam,,
    Saya baru menulis novel (saya dan rekan saya), tapi saya bingung menamai karakter di novel itu, novel itu genrenya fantasi, ada sihir-sihir nya gitu,
    sebaiknya nama karakternya pakai nama kebarat-baratan atau Indonesia saja?

    Mohon sarannya
    Terima Kasih,

    • caramenulisnovel453 says:

      untuk novel fantasi, beri nama karakter dengan menggunakan simbol seperti: mawar, bunga, cinta, aisya yang sering disimbolkan dengan cantik. Budi, Tegar, Tangguh, Singa yang sering disimbolkan dengan jantan.

      Silakan cari lawan dari simbol baik di atas….. seperti badu (jahil)

  13. Hasan says:

    teh, sya mau nulis novel nih, saya masih pemula, tapi sedari kecil saya memang suka bahkan hampir setiap saat saya selalu mengarang cerita, cuman saya belum pernah menuangkannya kedalam bentuk tulisan hanya dalam otak saya saja…
    dulu saya pernah nulis satu cerita tapi saya juga kalau ngarang cerita suka yang fantasi-fantasi yang agak berat jalan ceritanya juga konfliknya banyak dan perlu penyelesaian satu-satu dan juga kadang suga ada konflik yang terjadi tidak terencana alias ada begitu saja dalam benak saya bahkan saya suka bingung akhir dari ceritanya…
    saran teteh apa? mohon pencerahannya…
    terima kasih….

    • caramenulisnovel453 says:

      Saran untuk hasan adalah: Tulis saja dulu apa yang ada di dalam kepala… masalah benar-salahnya, masalah banyak sedikit konfliknya, masalah ketidakteraturannya… jangan pikir dulu. Itu artinya anda sedang dalam proses belajar…

      Trus perbanyak baca novel orang lain. Atau tulis ulang novel itu beberapa paragraf. Pelajari bagaimana pengarang menyusun cerita….

      Selanjutnya banyak ikut forum penulisan..

      Terakhir… berusaha terus sambil berdoa, “Ya Tuhan… izinkan aku menjadi penulis novel yang baik dan benar…”

  14. tedi says:

    terima kasih infonya mba, selama ini saya selalu bermsalah dalam membuat novel, entah karena tdkada ide ataupun tulisan yang kurang menarik

  15. One Disc Stra says:

    terimakasih mbak..,,
    yang saya mau tanyakan,
    berapakah maksimal dan minimal jumlah halaman novel yang ideal itu?

    • caramenulisnovel453 says:

      Minimal 60.000 kata atau kurang lebih 100 halaman A4. Ukuran huruf 12. Spasi 1 spasi.

  16. Saya sering mengalami masalah di DIKSI. Bisakah lain waktu anda post pembahasan how to memperkuat diksi. Thanks. :D

    • caramenulisnovel453 says:

      Mudah-mudahan nanti saya bahas

  17. fia says:

    kak, aku selalu bingung nulis keterangan setelah tanda kutip dari obrolan tokoh.. kira kira ada kata pengganti selain kataku katanya jawabnya jawabku tanyanya dsb.. mohon dibantu:)

    • caramenulisnovel453 says:

      “Eh, ada orang lewat!” suara Budi meninggi sambil merunduk di balik semak.
      Tiba-tiba seorang lelaki berseragam ninja muncul dan membuat dua orang pencuri lari terbirit-birit.
      “Mungkin si ninja ini yang bunuh maling di desa sebelah, Bud.” suaraku pelan sambil terus mengintai kejadian misterius itu.

  18. Sha myheart says:

    Sangat bermanfaat

  19. Hi, thanks for sharing. I’m wondering if it’s OK to copy some of the text in my site?

  20. ayu says:

    assalamu’alaikum
    wahhh postingan mb sangat membantu saya, syukron yahh mb

  21. YFA says:

    teh, aku dah sering buat cerpen, trus sering juga ngarang cerita sekarang lagi mw coba buat novel tapi bingung, harus mulai dari mana.
    mohon bantuannya,,,

  22. arum sekar says:

    bagus, teh, artikelnya :D
    Mau tanya, semisal kita buat novel tapi latarnya itu di luar negeri, kan saya ngga pernah kesitu terus biar ceritanya bisa hidup & bener-bener kerasa kaya di tempat itu gimana caranya?
    Makasih :) mohon balasannya

  23. Pingback: manfaat

  24. wulan says:

    artikelnya ringkas , padat , dan jelas.
    kalau mau bikin sudut pandang orang pertama pelaku utama itu biasanya pakai ” aku , saya , atau gua “. saya agak bingung , soalnya dinovel yang saya buat prolog / penguraian ceritanya ” aku ” , tapi pada saat tokoh berkomunikasi dengan tokoh lain ia juga berkata pada dirinya ” gua “. apakah itu bisa ??

    • caramenulisnovel453 says:

      Bisa dan boleh saja. Sudut pandang itu maksudnya: posisi anda di dlam cerita itu, apakah sebagai pelaku utama (sudut pandan org pertama) ataukah anda sebagai dia, Budi, Wati (sudut pandang org ketiga)

  25. Rika Chrismayana says:

    mbak, saya baru mau buat novel nihh, tp masih bingung ini termasuk novel romance remaja usia (17-24) atau novel romance dewasa usia (25-40), ceritanya tenang percintaan antara anak kuliah dengan seorng pria yg sudah bekerja, mohon bantuannya ya mbak, terima kasih,, :-D

    • caramenulisnovel453 says:

      Naskahnya mana? Sini saya nilai

  26. Aaron says:

    cerita singkatnya gini…
    seorang bocah 15 tahun ditinggal orang tuanya sejak kecil. ketika lulus SMP dia menemukan sebuah petunjuk (Masih dipikirkan ceritanya) ternyata orang tuanya dibawa ke Dimensi lain. dri petunjuk itu dia pergi kedunia lain dimana orang tuanya hilang. melewati portal (sebuah kincir angin kusus) dia menembus dimensi itu.
    disana bocah yang aku kasih nama Bayu itu bertemu dengan teman2 baru…
    singkatnya mereka berjuang menyelamatkan Dimensi itu dari ancaman pangeran jahat. orang tua Bayu ternya diculik oleh pangeran itu..(tujuan ada dipenjabaran). Dengan kekuatan teman-teman Bayu mereka dapat mengalahkan sang pangeran.. sehingga sang pangeran dihukum oleh pihak yg berwenang (Komite antar negara di Dimensi itu.) ending nya kyak e terbuka.
    sang pangeran ternya ta diperalat oleh sesorang.. dan ternyata juga orang itu berasal dari dunianya Bayu..
    kenapa bisa begitu..
    padahal Dimensi lain itu tidak satu manusia pun tahu.. kecuali keluarga Bayu… jwaban nanti terjawab di buku 2
    saya inspirasinya ngambil dari serial kartun AVATAR the Legend of AANG dan saya Gabungkan dengan LATARnya HARRY POTTER… dan nama tokohnya saya ambilkan dari Bahasa Jawa Pewayangan… nanti ada raja bernama Braja.. Wisnudharma…
    teman-teman BAyu ada yg bernama Tirta.. Dahana.. Agni…

    menurut mabka gimana? yang tertaik nanti kira-kira anak-anak ato remaja ato semua umur..? atooo sama skali gak ada yang tertarik?

    • caramenulisnovel453 says:

      Menurut saya… tidak ada orang yang tida suka cerita. Setiap cerita, bila menarik, pasti ada peminatnya. Dan ia layak untuk ditulis

  27. YHNA says:

    Maaf teh, bolehkan tanya-tanya sama teteh? Gini teh aku ini masih dibawah umur 17 tahun. Aku ini suka banget sama yang namanya cerita, dari cerita anak, sampe cerita remaja. Tapi enggak tau kenapa aku gak tau kenapa aku gak suka sama yang namanya Novel, soalnya menurut aku kata-katanya lebay gitu. Nah, aku ini pingin bgt bisa buat cerita. Tapi setiap aku nulis cerita pasti putus tengah jalan, kadang aku males, kadang ada inspirasi tapi manu nulis kata-katanya tuh gak pas. Terus juga titik komanya gak pas gitu menurut aku. Itu gimana ya teh ? Terus kalo aku lagi pingin nulis semangatnya luar biasa tapi .. Mentok tengah jalan. Aneh .. Terus aku juga kalo udah gak suka sama kata-kata cerita, gak suka alurnya, kadang aku gak baca buku itu. Tapi kalo aku suka sama kata-katanya, sama alurnya, baca berapa kalipun aku kayak gak bosen. Itu kenapa ya ?

    • caramenulisnovel453 says:

      Hmm… itu pertanda bagus… fokuskan saja sama buku atau cerita yang anda suka. Tirulah bagaimana si penulis mengembangkan tulisannya. Tulis ulang satu atau dua bab karangannya. Nanti anda akan menemukan ilmu yang banyak dengan cara ini. Dan ini adalah cara belajar menulis mendasar bagi pemula. Demikian

  28. seno says:

    minta sarannya dong kak, baru belajar nulis. http://senotidur.blogspot.com/2013/10/apa-sih-pacaran-itu.html komen di artikelnya ya

    • caramenulisnovel453 says:

      Baik sebentar aku baca2 sulu tulisan di blog anda ya. Hmmm… saya senang dengan tulisan anda, mengalir. Bagus, tinggal buat artikel seperti itu yang banyak. Anda kumpulin trus jadikan buku. Saya siap bantu nerbitin…

      • seno says:

        cara gabunginnya gimana kak ?

        • caramenulisnovel453 says:

          Gabung kemana? kalo mau mesan metode 2jt langsung liat di halaman cara pemesanan aja ya

  29. Sandy says:

    bagus posting nya.. Saya mau bertanya sedikit nih.
    bagaimana cara mengantisipasi jika terjadi kebosanan di tengah-tengah proses menulis ? Misalnya jika kita udah dapet setengah dari target halaman buku kita, lalu ditengah itu tiba-tiba otak blank dan merasa bosan dan tidak bersemangat.
    apakah novel yang baik itu dibuat dengan cepat ? atau lama?

  30. Sulis T. Prasetyo says:

    Mba saya baru banget belajar nulis buat novel. udah sampai 10 lembar kertas tapi saya gak bisa bikin awal cerita yang bagus. Dan saya juga bingung soalnya keliatan acak2an alur ceritanya.
    Kalo buat awal cerita itu gimana bagusnya sih dan step2nya biar gak keliatan acak2an gimana ?

  31. Raditya D says:

    Assalamualaikum
    terima kasih mba postingannya.
    saya mau nanya bagaimana mengatadi kebosanan menulis?
    soalnya belakangan ini saya mulai bosan menulis.

    • caramenulisnovel453 says:

      Bosan itu karena kita tidak bergerak. Seperti air yang tergenang, jenuh, ia akan ditumbuhi banyak bakteri. Nah, solusinya kita harus banyak bertemu rekan yang satu minat dg kita. Kalau bisa bergabung di komunitas mereka. Kalau bisa ikut training menulis. Kalau semua itu tidak ada di sekitar kita. Carilah di internet, insyaAlloh ketemu banyak

  32. rofiqi apri says:

    terima kasih atas apa yang telah ibu sampaikan dalam tatacara membuat novel, semoga dapat saya manfaatkan dengan sebaik mungkin, dan tuhan meridha’i semua yang akan saya lakukan… mohon doanya, meskipun sekejap, semoga saya berhasil ! amin…

  33. ANK says:

    Tante, aku baru umur 15 thn. Dari kecil aku suka nulis, bahkan sampe sekarang. Aku pernah kepikiran cerita, aku tulis di notebook, tapi kemudian jadi males lanjutinnya. Karena bingung milih kata-kata, tanda baca, tokoh, alur ceritanya, dll. Dan setelah aku baca ulang cerita yg udah aku tulis, ternyata ceritanya itu cliche. Aku jadi malu sendiri bacanya. Mau aku delete tapi sayang. Itu karya pertama yang aku share. http://wonderfulee.blogspot.com/2013/08/my-infinity-love-ryan.html ini linknya. Hope you’ll read it :)! Minta komentarnya ya Tante, syukran :)

  34. dian says:

    Terima kasih atas ilmunya kak. Sangat bermanfaat.
    Kak sekarang saya sedang dalam proses menulis novel genrenya fantasi. Kalau misalnya saya mau minta saran tentang cara menulis saya, dan bahasa yang saya gunakan, di mana saya bisa mengirimkan naskahnya?
    Terima kasih kak :)

    • caramenulisnovel453 says:

      Sekarang belum sempat ngoreksi punya sobat sekalian karena sedang FULL kegiatan. Maaf bgt Dian.

  35. Tulisan anda bagus, sepertinya cocok kalau ikut kontes menulis di http://www(dot)GoIndonesia(dot)com/kontes-seo

  36. Vitria Apple says:

    Makasih tulisannya Mba :)
    Tulisan mba sangat berguna

  37. sani says:

    Teh, saya 17th, suka sekali baca novel. mau tanya, kalo saya mau buat novel ttg pengalaman pribadi, lebih baik menggunakan sudut pandang yang bagaimana. Terima kasih teh…

    • caramenulisnovel453 says:

      Wow 17 tahun itu bagus udah mulai menulis. Kalau untuk anda bagusnya pakai sudut pandang orang pertama. Tokoh utamanya: saya/ aku. Ini agar mudah meresapi cerita karena yang anda angkat adalah diri/pengalaman anda sendiri.

  38. dedy says:

    wow, keren mba tulisannya. sya lg pusing buat cerpen nih (masih cerpen blom novel). emang pusing di plotnya. but, thanks mba buat pencerahannya

  39. terimakasih infonya..,

  40. Yul says:

    Makasih banyak, membantu banget :)

  41. Tara says:

    Tulisannya sangat berguna kak…
    Aku mau nanya nih kak, kalau jumlah maksimal bab dalam satu novel itu biasanya berapa ya?
    Ada gak yg sampe 40an bab nya?

    • caramenulisnovel453 says:

      Bikin 8 sampai 15 bab aja udah memadai

  42. Selamat pagi mbak, artikelnya bagus jadi ngebangun diri saya. Sebelumnya saya minta sarannya buat tulisan saya di blog ini:

    http://www.yunussrg.blogspot.com/2013_05_01_archive.html

    http://www.yunussrg.blogspot.com/2013_07_01_archive.html

    Itu cerita bersambung, part 1 nya yang paling atas. Terimakasih mbak:)

    • caramenulisnovel453 says:

      Udah bagus kok tulisannya… anda tinggal memberanikan diri untuk membuatnya menjadi novel

  43. eza says:

    SUBHANALLAH,…saya senang sekali baca ini,…semangat banget jadi nya,…saya juga mau bikin novel nih,..do’ain yaa,..
    kalauboleh saya tambahkan,..paling mudah dan enak kalau kita nulis dalam keadaan tenang,.dan untuk mendapatkan ketenangan itu,.maka kita perbanyak ibadah..insya Allah ya,…kalau kita pengen bisa,.kita harus minta sama yang maha bisa,..
    syukron,..

    • caramenulisnovel453 says:

      Terima kasih masukannya Eza. Memang benar kata anda, kita harus menulis dengan tenang. Ketenangan itu bisa kita dapat dengan beribadah yang khusyu

  44. tika says:

    waahh..makasih ya k..saya jadi punya suport untuk melanjutkan novel saya.
    cuma saya ragu, takut kalau novel yang saya buat tidak bagus, dan masih berantakan. selama ini saya hanya membuat cerita dari pengalaman pribadi saya, maksudnya agar lebih cepat aja menulisnya, tapi saya takut salah..,

  45. hikmat says:

    as

  46. elguaje says:

    Mba , gimana sih biar novel yg kita buat bisa di cetak dalam bentuk buku ?? bagaimana cara akses ke percetakannya dan bagaimana pula kita meyakinkan mereka kalo novel kita pasti laku . . thks

    • caramenulisnovel453 says:

      Ada tiga hal yang dinilai penerbit: (1) Apakah penulis ini bisa menulis? Untuk menjawab ini anda harus menulis dengan kualitas. (2) Apakah tema novel ini menarik? Untuk menjawab hal ini anda harus mengangkat tema yang menarik. (3) Apakah ada pangsa pasarnya? Untuk menjawab hal ini anda harus tunjukkan bahwa anda punya banyak fans di facebook. Anda punya ribuan pembaca blog. Anda tokoh organisasi yang menasional. Tunjukkan pada mereka bahwa anda bisa bantu penerbit menjual karya anda yang akan mereka terbitkan.

      • kirito says:

        Kalo yang ketiga gaada gimana? Misalkan kita hanya warga negara biasa

  47. budi says:

    wow keren trims …sy ingin menulis novel fiksi ilmiah gitu..gmn ya caranya…:)

  48. Rizki says:

    Aaaaah makasih banyak mbak..
    Saya lagi proses juga . . mudah mudahan kelar BENERAN nulisnya.
    Impian sih dari SMP, tapi apa daya rasa males terus hinggap sampe lulus SMA.
    Berbekal latihan nulis bertahun tahun yang dilakukan dengan nulis baru ganti baru nulis lagi ganti lagi, jadi bisa ngerti gaya bahasa yg enak buat diri sendiri.
    Makasih . . .

  49. Assalamualaikum teh..
    Terima kasih atas pencerahannya ini, saya orang yg baru bljr tulis menulis.
    Teh bisa tolong dijelaskan bagaimana cara memulai sebuah cerita? Karena saya selalu bingung utk memulai cerita yg utk part lainnya udh kebayang sma saya.
    Semoga komentar saya dibaca dan dibalas yah.

    • caramenulisnovel453 says:

      Mulailah dengan yang berbau masalah utama dalam cerita. kalau masalah utamanya adalah cinta, mualailah dg cinta. Kalau tentang pertemanan, mualailah dg pertemanan.

  50. ilyas says:

    Bagus artikelnya..
    Mau tanya kak..
    Aku sedang nulis cerita di pulau trpencil.
    Stelah di bca brulang2..
    Spertinya ceritanya lbih hidup jika
    Menggunakan bahasa melayu pada
    Dialognya..
    Nah,itu ksulitannya..
    Bgaimana mnyampaikan cerita dgn
    Dialog melayu tp bisa d mngerti..
    Terima kasih ya kk..

    • caramenulisnovel453 says:

      Anda baca saja novel Laskar pelangi, itu melayu bgt :)

  51. permata says:

    Makassih banget..

  52. Asa says:

    salam kk admin

    sebenarnya aku beginner/ newbie aku ingin sekali membuat sebuah cerita atau novel karena sering baca manga (comic khusus jepang) and nonton anime (cartoon khusus dari jepang) dari kecil sampai sekarang jadinya sering mengkhayal. nah untuk mencegah khayalan yg terus menerus tersebut kemarin coba luangkan kedalam tulisan dulu tapi setelah jadi 1 lembar kok rasanya tidak sehebat novel yg ada di toko buku. jadinya saya ingin buat novel yg bagus kalo bisa hebat tapi tidak tau caranya. mohon pencerahanya kk admin. terimakasih banyak

    • caramenulisnovel453 says:

      Asa udah setingkat lebih maju. NIat bagus itu sudah di genggaman, itu modal awal menjadi penulis hebat. Manfaatkan rasa khawatir anda untuk tidak terus menghayalkan (tapi menuliskan) akan menuntun anda pada bacaan yg tepat, teman yg tepat, tempat yg tepat ntuk belajar. SARAN: cari komunitas menulis di sekitar anda:)

  53. mirza says:

    permisi kak, kebetulan saya juga baru membuat sebuah tulisan, saya ingin tanya, jadi singkatnya tulisan saya ini, tentang orang yg lupa ingatan dan menjadi karakter utama, sudut pandang yang bagus kira kira apa ya ka? terima kasih sebelumnya

    • caramenulisnovel453 says:

      Sudut pandang pertama “saya” bagus untuk pemula.

  54. wiindy says:

    Mbak saya mau nnya, :-)
    kalau si penulis menjadi tokoh utama, tpi ending cerita tokoh utama meninggal jadi bagaimana cra melanjutkannya mbak,,,
    terima kasih :-D

    • caramenulisnovel453 says:

      Lanjutkan aja dengan tokoh baru :)

  55. firman syah says:

    trimakasih atas tipsnya ..

  56. Wah, bagus sekali penjelasannya. Rasanya saya sekarang lega sekali dan lebih optimis. Semoga saya tidak bimbang dan ragu lagi dalam menulis.
    Akhir-akhir ini memang saya terserang penyakit gangguan ‘rasa kurang percaya diri’. Selama ini saya selalu bertanya-tanya pada diri saya sendiri, bahwa apakah saya bisa membuat tulisan yang lebih rasional dan lugas dalam menguraikan sebuah masalah dalam tulisan atau postingan-postingan saya. Terutama diwaktu mendatang.
    Terimakasih Bu Mita atas motivasi berharga yang telah diberikan ini. Saya akan berusaha lebih giat dan teliti lagi untuk berlatih dengan cara banyak menulis di blog-blog pribadi saya. Salam Sukses Bu Mita! :)

  57. Wahyu surya says:

    Nice sharing mba. Makasih ilmunya, sudah berbagi buat penulis2 baru seperti kami.
    Insyallah tahun ini, saya mau buat novel. Wish me the best

  58. Indra_Art says:

    Sangat mengispirasi bu, terutama bagi pemula seperti saya. sekali lagi thanks ibu. Sukses buat kita semua. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>